ayah

matanya redup

ekspresinya kuyu

menatap malu bercampur ragu

badan ringkihnya beringsut di pojok sisi

merasa tak cukup pantas berbaur dengan sesamanya

hatinya menciut karena ia berbeda

temannya masih berayah sedang ia seorang yatim

temannya ceria diantar kan papa-nya sedang ia seorang diri menatap mereka

“apa aku pantas? aku berbeda” batinnya

bergumul dengan perasaan dukanya

ia tidak menyadari seorang laki-laki setengah baya telah duduk di sampingnya

“kenapa kamu menyendiri?”

“karena saya berbeda. saya malu dan takut.”

“berbeda bagaimana ?”

“saya tidak punya ayah.” ucapnya sedih

“kalau itu yang membuatmu sedih, panggil saya bapak! mulai hari ini saya bapakmu juga. jadi kamu punya bapak lagi.”

dan anak itu, anak laki-laki yang beranjak usia belasan, mulai tersenyum dengan mata manik yang berbinar. “aku punya ayah !” 

kisah nyata yang saya cuplik dari kejadian di sebuah pondok di daerah Semarang. betapa indahnya ukhuwah itu.

  1. risasnumbertwo reblogged this from risalatulamanah
  2. risalatulamanah posted this