dari dulu suka lagu ini. hiks :”

(Source: youtube.com, via senjaberaksara)

"Karena ada kalanya kita menyebut nama seseorang untuk menjadi pasangan kita, sedang di luar sana ada seorang lain yang juga menyebut nama kita dalam doanya. Doa manapun yang akhirnya dikabulkan oleh Allah, menurutNya itu adalah jawaban yang terbaik. Bagaimanapun, doa berikutnya yang kita ucapkan adalah semoga hati-hati yang terlibat mendapat penerimaan yang lapang serta baik. Dan tentu saja, pengganti yang jauh lebih baik menurut Allah."

tausendsunny:

"islam itu agama yang hangat dan ramah kan?"
karyanya teh azisanoor :)

(Source: ridhoferd)

uciisme:

indrikhairatip:

"Karena suatu hari akan ada laki-laki yang bersungguh-sungguh padamu untuk membersamai hidup, bukan sekedar cinta sebatas degup." :’)
*dari Fesbuk Nurul Widiyastuti

:”))

uciisme:

indrikhairatip:

"Karena suatu hari akan ada laki-laki yang bersungguh-sungguh padamu untuk membersamai hidup, bukan sekedar cinta sebatas degup." :’)

*dari Fesbuk Nurul Widiyastuti

:”))

"Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain."

- Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak (via kuntawiaji)

"Find someone complimentary, not supplementary."

- Oprah Winfrey (via kuntawiaji)

"Berjanjilah kepada dirimu tiga hal: jika kamu mengerjakan sesuatu, ingatlah Allah, karena Dia melihatmu; jika kamu berbicara, ingatlah Allah, karena Dia mendengarmu; jika kamu diam, ingatlah Allah, karena Dia tahu isi hatimu."

- (via kuntawiaji)

http://kuntawiaji.tumblr.com/post/96138217615

kuntawiaji:

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, sudah berapa usia kita saat ini? Lalu, sudah berapa usia kita yang dicuri oleh waktu? Tahukah kamu bagaimana waktu mencuri usia manusia? Waktu mencuri usia manusia melalui angan-angan akan hari esok sehingga kita melupakan hari ini, terus berulang setiap harinya hingga usia kita habis. Saat kecil, kita ingin menjadi remaja. Saat remaja, kita ingin menjadi dewasa. Saat dewasa, kita ingin menikah dan berkeluarga. Saat berkeluarga, kita ingin melihat anak kita tumbuh dewasa. Dan kita sendiri telah menua. Di hari tua, kita ingin kembali ke masa muda, sementara senja sudah di depan mata.

"Orang yang senang menggunjing adalah orang yang miskin pengetahuan. Karena tidaklah ia miskin dalam pengetahuan sampai-sampai menjadikan keburukan orang lain sebagai bahan perbincangan."

- NtMS !!!

(Source: kuntawiaji)

http://risasnumbertwo.tumblr.com/post/96604595654/ini-kisah-tentang-anak-anak-kisahku-dengan

risasnumbertwo:

Ini kisah tentang anak-anak. Kisahku dengan saudara-saudaraku. Suatu hari aku menceritakan keluhanku pada seorang yang lebih dewasa. Saat itu ia mengatakan bahwa ibu dan ayah memang harus berbagi tugas. Seorang untuk mengayomi, seorang lagi untuk berbuat tegas pada kami. Agar kami tidak coba-coba dengan hal-hal yang salah. Saat itu aku hanya diam.

Kini setelah aku betumbuh beberapa tahun, aku memiliki pendapat yang berbeda. Kelak ketika aku menjadi orang tua, aku akan membiarkan mereka mengutarakan apa yang ada di benak mereka. Menjadi orang tua bukan berarti membuat skenario untuk anak-anaknya. Menjadi orang tua artinya membimbing mereka untuk tidak salah mengambil skenario hidup, meskipun mereka membuatnya dengan keinginan mereka sendiri.

Tegas dan keras memiliki makna yang berbeda. Tegas membuat seseorang mengerti batasannya sedangkan keras mengaburkan batas itu karena ketakutan yang ditimbulkan.

Saat aku menatap ayahku, aku tidak memungkiri betapa aku mengasihi laki-laki itu. Aku tidak menampik betapa besar kasih sayangnya padaku. Kukatakan semua isi pikiranku, tentang aku ingin melakukan ini dan itu, bagaimana pendapatku tentang suatu hal, atau saat aku berbeda pendapat dengannya. Kukatakan itu semua, tapi hanya di dalam hati.

Ya, laki-laki yang paling kukasihi, proses telah membuatnya menjadi seorang yang matang dan bijaksana. Hanya saja Ia telah membuat ‘kesalahan’ saat menjadi orang tua muda.

Laki-laki ini adalah orang yan paling mengerti aku sekaligus paling tidak mengerti aku. 

Ia mengerti aku dan segala kebiasaanku. Ia mengerti benda atau aktivitas yang kusukai. 

Tapi Ia tidak pernah benar-benar mengerti isi hatiku. Karena aku terlalu takut untuk mengutarakan apapun padanya. Aku takut untuk menyampaikan pendapatku terlebih ketika aku tau pendapat itu berbeda dengannya. Barangkali, ayah yang sekarang sudah jauh lebih bijaksana dapat lebih menerima pendapatku. Hanya saja ketakutan yang telah Ia ‘biasakan’ sejak aku masih dini menahanku untuk mengutarakan isi hatiku, menahanku untuk menceritakan apapun yang sebenernya ingin kuceritakan padanya. Cerita yang hanya lantang bergema di dalam hati.

Ya. Laki-laki terkasih ini adalah orang yang paling mengerti aku sekaligus paling tidak mengerti aku.

Bagaimanapun aku tetap mengasihinya. Dan berdoa untuk semua kebaikannya.

Tulisan : FIKSI 

Surakarta, 4 September 2014

(Source: yotiechan, via iiyazh)

"

Ada yang menarik dari dr. Oz sore ini. Audiens diberikan secarik kuesioner, dimana semakin banyak ia menjawab ‘ya’ menurut dokter semakin sehat jiwanya. 2 diantara 7 pertanyaan tersebut adalah ‘apakah anda menilai positif diri sendiri’ dan ‘apakah anda menilai positif orang lain’, kurang lebih demikian.

Ah, bukankah Islam sudah mengajarkan. Jangan berburuk sangka. Berbaik sangkalah kepada sesama, kepada Allah. Jangan iri kepada saudaramu, jangan menyimpan dengki. Bukankah Allah tidak pernah bermaksud buruk pada hambanya? Ternyata secara medis, hal itu juga baik untuk kejiwaan kita.

Subhanallah. Belajar lagi memelihara jiwa. Semangaaat :))

"

"Sudah banyak kematian disekitar kita. Mengapa kita tidak paham dan belajar sama sekali. Apa mesti menjelang mati dulu baru paham dan mengerti?"

-

Evaluasi diri pada setiap perbuatan. Apakah diri sedang mencari pembenaran dalam setiap tindakan, atau mencari kebenaran?

(via kurniawangunadi)

(via catatanbesarku)

hijabigirls:

“Your daughter is entrusted to you by the Allah Almighty, so look after her well. But your daughter in law is entrusted to you by BOTH the Almighty as well as her family, so fulfil the trust with greater care.” -Mufti Ismail Menk

hijabigirls:

“Your daughter is entrusted to you by the Allah Almighty, so look after her well. But your daughter in law is entrusted to you by BOTH the Almighty as well as her family, so fulfil the trust with greater care.” -Mufti Ismail Menk

(via raudatuljannah)

Six ways to earn even after death

honeybeekim:

  • Give a copy of Quran to someone. Each time one reads from it, you gain.
  • Donate a wheelchair to a hospital. Each time sick person uses it, you gain.
  • Participate in building a masjid.
  • Place watercooler in a public place.
  • Plant a tree. You gain whenever a person or animal sits in its shade or eats from it.
  • And the easiest of all, share this message with people. Even 1 applies any of the above, you gain.

(via awalale)